Praktikum Osmosis pada Kentang

  1. Judul : Praktikum Osmosis pada Kentang (Solanum tuberosum)
  2. Tujuan

Untuk mengetahui dan memahami terjadinya proses osmasis melalui kegiatan nyata.

  1. Landasan Teori

    Osmosis merupakan perpindahan zat dari daerah yang memiliki konsentrasi rendah (hipotonik) ke daerah yang memiliki konsentrasi tinggi (hipertonik) melalui membran semipermeabel. Sel yang memiliki perbedaan konsentrasi dengan zat disekitarnya, memungkinkannya mengalami osmosis hingga akhirnya sel itu mempunyai konsentrasi yang sama dengan zat di sekitarnya (isotonik).

    Hewan laut seperti bintang laut (Echinodermata), kepiting (Arthropoda) dan jenis – jenis hewan laut lainnya memiliki cairan sel yang bersifat isotonik dengan lingkungannya. Pengkondisian seperti ini sangat penting dilakukan oleh hewan yang hidup di daerah laut ataupun perairan air tawar. Karena apabila terjadi perbedaaan konsentrasi pada cairan sel hewan dengan lingkungannya, maka dapat terjadi osmosis yang dapat menyebabkan lisis ataupun penyusutan pada sel dan kematian.

     Perbedaan yang paling mencolok antara sel hewan dengan sel tumbuhan adalah keberadaaan dinding sel yang mengakibatkan sel tumbuhan terasa lebih kaku dibanding sel hewan. Perbedaan ini menyebabkan sel tumbuhan lebih mampu memanfaatkan prinsip kerja osmosis. Misalnya, pada peristiwa membuka dan menutupnya stoma (banyak : stomata). Pada saat tumbuhan menyerap banyak air (hipotonis), maka sel penjaga dari stoma akan mendapat aliran air dan menjadi turgid sembari mengakibatkan stoma terbuka, sehingga terjadi pengambilan karbondioksida (CO2) di udara. Walaupun mendapat banyak aliran air, sel tidak akan menjadi lisis karena tertahan oleh dinding sel. Sedangkan apabila tumbuhan mengandung sedikit air (hipertonis/konsentrasi garam dan mineral tinggi ), maka sel penjaga stoma akan kehilangan air dan menjadi tertutup, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pengambilan (CO2) sekaligus dapat memperkecil intensitas penguapan.

  2. Alat dan Bahan :
  3.  
  4. Alat – alat :

  • Pisau
  • Gelas Plastik
  • Penggaris
  • Sendok

     

  1. Bahan – bahan :
  • Kentang
  • Air
  • Garam
  • Kapur Bubuk
  • Gula
  1. Cara Kerja
    1. Potong kentang berbentuk balok dengan ukuran (10x10x30) mm sebanyak 4 potongan.
    2. Setelah itu siapkan gelas plastik sebanyak 4 gelas.
    3. Isi masing – masing gelas dengan air sekitar 150 mililiter
    4. Campurkan gelas yang telah berisi air dengan masing – masing 2 sendok :
      1. Gelas 1 dengan garam
      2. Gelas 2 dengan gula
      3. Gelas 3 dengan kapur bubuk
      4. Gelas 4 tidak dicampur
    5. Masukan keekmpat kentang yang telah di piting ke dalam masing – masing gelas
    6. Tunggu hingga kira – kira 2 x 60 menit
    7. Setelah selang waktu tersebut, ambil kembali kentang dari dalam masing – masing gelas
  2. Ukurlah kentang dengan penggaris lalu catat hasilnya.

     

  3. Hasil Pengamatan
  4. Sebelum dimasukan ke dalam gelas

No

Media

Ukuran (mm)

Keadaan

Warna

Keterangan

1

Gelas 1 ( larutan garam )

10x10x30

Keras

Kuning

 

2

Gelas 2 ( larutan gula )

10x10x30

Keras

Kuning

 

3

Gelas 3 ( larutan kapur )

10x10x30

Keras

Kuning

 

4

Gelas 4 ( air )

10x10x30

Keras

Kuning

 
  1. Setelah diangkat dari masing – masing gelas

No

Media

Ukuran (mm)

Keadaan

Warna

Keterangan

1

Gelas 1 ( larutan garam )

08x08x27

Lembek

Kuning pucat

Melembek dan menusut

2

Gelas 2 ( larutan gula )

09x09x28

Sedikit lembek

Kuning

Melembek dam menyusut

3

Gelas 3 ( larutan kapur )

12x12x33

Sengat keras

Kuning pucat

Mengeras dan mengembang

4

Gelas 4 ( air )

11x10x31

Keras

Kuning

Sedikit mengeras

  1. Pembahasan

    Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, kentang mengalami perubahan. Dari hasil pengamatan dapat kita ketahui bahwa sel – sel kentang mengalami perubahan ukuran. Ada yang mengalami pertambahan ukuran maupun pengurangan ukuran sesuai dengan medianya sendiri. Hal ini terjdi kerena sifat larutan yang hipertonis maupun hipotonis terhadap kentang.

    Pada gelas 1 (larutan garam) kentang menjadi lembek dan terjadi pengurangan ukuran. Ini disebabkan karena kentang yang hipotonis terhadap larutan garam. Sehingga air yang ada pada kentang keluar dari sel – sel kentang yang menyebabkan kentang menjadi lembek dan mengalami pengurangan ukuran.

    Pada gelas 2 (larutan gula) kentang juga menjadi lembek dan pengurangan ukuran, namun tidak sama seperti kentang pada gelas 1. Ini dikarenakan sifat hipotonis dari kentang pada gelas 2 lebih rendah jika dibandingkan dengan kentang pada gelas 1. Sehingga intensitas air yang keluar dari sel – sel kentang pada media ini tak sebesar pada kentang di gelas 1.

    Pada gelas 3 (larutan kapur) kentang mengalami pengerasan dan pertambahan ukuran . Ini dikarenakan keadaan kentang yang hipertonis dibandingkan dengan larutan kapur. Sehingga air yang ada pada larutan kapur berpindah ke sel – sel kentang menyebabkan sel menjadi keras dan membesar (turgid).

    Pada gelas 4 (air ) kentang juga mengalami penambahan ukuran dan sedikit mengeras dikarenakan kentang yang hipertonis. Namun tidak sebsar pada gelas 3.

    Kami sempat mengamati saat kami mulai memasukan kentang satu demi satu ke dalam masing – masing media, dan ternyata pada media gelas 1 (larutan garam) memiliki perbedaan yang sangat terasa dibandingkan media yang lain. Yaitu bahwa kentang yang kami masukan ke dalam media gelas 1 (larutan garam) tidak langsung tenggelam, namun mengapung sekitar beberapa detik, setelah itu tenggelam hingga mencapai dasar gelas. Sedangkan kentang yang kami masukan ke dalam ketiga media lainnya langsung tenggelam hingga dasar gelas.

    Dengan mengamati pristiwa itu, kami menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh massa jenis larutan garam pada media 1 lebih besar dari pada massa jenis kentang yang dimasukan ke dalam gelas tersebut. Hal itu dikarenakan konsentrasi garam yang tinggi dan membuat larutan menjadi hipertonis yang akhirnya menambah massa jenis larutan garam. Ini adalah peristiwa yang sama ketika perahu ataupun kapal laut dapat mengapung di atas air asin yang tentu memiliki konsentrasi garam tinggi.

    Kami juga mengamati pada media gelas 3, kapur yang kami masukan ke dalam gelas, setelah kami aduk berulang kali tetap saja tak mau tercampur sempurna, melainkan menghasilkan endapan pada dasar gelas. Ini juga akibat dari perbedaan massa jenis tadi, sehingga kapur tidak dapat terdifusi secara maksimal. Kami perkirakan hal ini akan menyababkan peristiwa osmosis terganggu. Namun separti hasil yang didapat, bahwa osmosis tetap terjadi.

    Dalam pengukuran tersebut, kami menyadari bahwa ukuran objek tersebut tidaklah mutlak tepat atau seperti yang diinginkan. Namun memang ada sedikit kekurang telitian yang disebabkan oleh alat ukur kami yaitu penggaris yang ketelitiannya hanya 1 mm saja. Akan tetapi hal ini tidak akan mengurangi konsep yang telah kami pahami dan terapkan.

  2. Kesimpulan

    Setelah beberapa pengamatan dan diskusi, kami simpulkan bahwa :

  • Terjadi penambahan ukuran (mengembang) pada objek (kentang) dikarenakan keadaan media yang hipotonis terhadap objek (kentang)
  • Terjadi pengurangan ukuran (menyusut) pada objek (kentang) dikarenakan keadaan media yang hipertonis terhadap objek (kentang)
  • Media yang hipotonis terhadap kentang adalah media gelas 1 (larutan garam) dan media gelas 2 (larutan gula)
  • Media yang hipertonis terhadap kentang adalah media gelas 3 (larutan kapur) dan media gelas 4 (air)
  • Konsentrasi zat terlarut mempengaruhi massa jenis larutan dan intensitas osmosis.

Dari kesimpulan tersebut kita dapat mengetahui bahwa osmosis adalah perpindahan zat pelarut (air) baik dari luar ke dalam ataupun dari dalam ke luar sel, melalui membran semi permeabel, menuju daerah dengan konsentrasi zat lebih rendah.

  1. Daftar Pustaka


About these ads

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s